Menurut penelitian David T. Beversdorf, peneliti Departemen Radiologi Universitas Missouri di Kolombia, Amerika, gen spesifik dan interaksi lingkungan mempengaruhi risiko autism spectrum disorder (ASD) dan menyatakan pentingnya kesehatan mental selama kehamilan. Tingkat stres yang tinggi pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan lain sebagainya.

Para peneliti berpendapat, pada ibu hamil yang mengalami stres, ditemukan gen 5-HTTLPR yang lebih tinggi. Gen ini diketahui berperan memicu autisme pada beberapa anak. Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang membuat penderita sulit berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Pada autisme, beberapa wilayah otak gagal bekerja sama. 

Orang tua menyadari bahwa anak mereka belum mulai bicara dan tidak bertingkah laku seperti anak-anak lain seusianya. Autisme dapat dilihat dari beberapa gejala, seperti kesulitan komunikasi, interaksi sosial yang tidak pantas, perilaku kompulsif, menyakiti diri sendiri, lebih suka bermain sendiri, dan tidak membuat kontak mata dengan orang lain.

Para peneliti memberikan saran bagi para ibu hamil untuk menjaga diri, santai, dan menghindari stres selama kehamilan agar melahirkan anak yang sehat.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations