Sebuah wahana kargo tak berawak yang dikirm ke stasiun antariksa internasional (ISS), terbakar di atmosfer tak lama setelah peluncuran, Kamis (1/12/2016).

"Berdasarkan informasi awal, kapal itu terbakar karena situasi tak normal. Kapal itu hilang sekitar 190 kilometer di atas wilayah terpencil, di pegunungan tak berpenghuni di wilayah Tuva, Rusia," demikian diungkapkan pihak Roscosmos, dalam keterangannya. 

Roscosmos adalah perusahaan negara yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan melaksanakan reformasi komprehensif industri luar angkasa Rusia.

"Sebagian besar bagian pesawat terbakar di lapisan padat atmosfer," demikian keterangan yang dikutip AFP.

Awalnya, Roscosmos menyebut telah kehilangan kontak dengan wahana bernama the Progress MS-04 383, beberapa detik usai peluncuran.

Peluncuran dilakukan fasilitas peluncuran ruang angkasa di Baikonur, Kazakhstan.

Kendati demikian, penyelidikan atas kegagalan peluncuran ini masih diselidiki.  

Badan tersebut mengatakan, kehilangan ini tak akan berdampak terhadap operasional normal ISS dan kondisi para kru di ISS. 

Sementara itu, badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebutkan bahwa pasokan di laboratorium luar angkasa tersebut masih dalam level yang baik.

Wahana kargo yang dijadwalkan mendarat di ISS pada Sabtu itu, membawa 2.4 ton bahan bakar, makanan dan perlengkapan lain. Demikian dipaparkan Roscosmos.

Astronot Perancis Thomas Pesquet, dikirim ke wahana ISS untuk misi selama enam bulan pada November lalu, juga memberikan kepastian bahwa kru ISS dalam kondisi stabil dengan pasokan kebutuhan hidup yang terjaga.

"Kami dapat bertahan setidaknya selama satu bulan lagi tanpa pasokan tambahan, karena kami sebisa mungkin mendaur ulang apa yang bisa didaur ulang, sehingga ada banyak cadangan," tulis Pesquet di akun Facebook-nya. 

"Spaceflight adalah tim internasional dan sejumlah kejutan tentu selalu menjadi hal yang lazim," sebutnya lagi. 

Pesquet juga menyebutkan, wahana kargo dari biro eksplorasi luar angkasa Jepang sidah dijadwalkan untuk mendarat pada 9 Desember mendatang. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations