Serangan udara Rusia dan Suriah di kawasan timur kota Aleppo yang dikuasai oleh pemberontak mengakibatkan tutupnya rumah sakit terbesar di daerah tersebut.
Reuters/Getty Images - Sebagian wajah kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, yang sekaligus kota terbesar kedua di Suriah, compang-camping akibat perang saudara yang telah berjalan sejak Maret 2011.

Selain itu, menurut laporan badan amal kesehatan, serangan itu menewaskan dua orang.

Masyarakat Medis Suriah Amerika, yang menopang rumah sakit tersebut, mengatakan bahwa rumah sakit terkena serangan bom barel.

Muncul juga laporan bahwa kekuatan pemerintah Suriah yang didukung Rusia merusak pula Kota Tua Aleppo yang bersejarah.

Bentrokan antara tentara pemerintah dan pemberontak terjadi di beberapa daerah.

Serangan oleh kekuatan udara Rusia dan Suriah di timur kota yang dikuasai pemberontak terjadi setelah gencatan senjata sebagian gagal pada 19 September lalu.

Jumlah korban sipil yang tewas telah memicu protes internasional. Amerika Serikat mengatakan bahwa Rusia mendorong pemberontak yang moderat untuk mendukung kelompok militan.

PBB mengatakan, sedikitnya 400 warga sipil, termasuk banyak anak-anak, tewas di Aleppo pekan ini akibat serangan Rusia dan pemerintah Suriah.

Pada Sabtu, serangan udara mengenai rumah sakit M10, yang menjadi pusat perawatan di Aleppo, untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari, kata petugas kesehatan.

"Rumah sakit kini tak lagi bisa digunakan," kata radiolog Mohammad Abu Rajab seperti dikutip oleh Reuters.

Manajer rumah sakit Dr Abu Rajan mengatakan pada media lokal bahwa sekitar 10 orang terluka setelah terkena bom barel--alat yang dimodifikasi dan dijatuhkan dari helikopter--, bom kluster, dan bom klorin.

Dua pasien tewas, sementara yang lainnya telah dipindahkan ke rumah sakit alternatif, menurut Masyarakat Medis Suriah Amerika.

Juru bicara Presiden AS Barack Obama mengutuk pengeboman tersebut. Menurut AS, seranga menunjukkan "pengabaian total" pada pasien dan petugas medis.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations