Para peneliti mengatakan pada Kamis, 8 Agustus 2016, bahwa di dalam bongkahan batu ambar, resin yang memfosil, yang tahun lalu ditemukan oleh ilmuwan Cina di sebuah pasar di Myitkyina, Myanmar, terdapat 1,4 inci atau 36 milimeter ekor dinosaurus, lengkap dengan tulang, daging, kulit, dan bulu. Panjang dinosaurus itu tidak lebih dari 6 inci (15 sentimeter), hampir seukuran burung gereja.
Seorang pria menunjukkan fosil trilobit yang ditemukan di desa Maoba, Cina, 18 September 2016. Trilobit merupakan kelompok fosil artropoda laut yang sudah punah. chinadaily.com.cn

"Ini yang pertama dari jenisnya," kata ahli paleontologi Ryan McKellar dari Museum Royal Saskatchewan di Kanada, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi yang hasilnya siar dalam jurnal Current Biology. "Saya terpesona."

Para ilmuwan menduga ekor itu milik dinosaurus serupa burung berkaki dua yang disebut Maniraptoran, satu dari beberapa kelompok dinosaurus yang memiliki bulu. Burung, yang pertama muncul sekitar 150 juta tahun lalu selama periode Jurassic, ini berevolusi dari dinosaurus kecil berbulu.

Para peneliti menggunakan teknologi pemindai dan pengamatan mikroskopis canggih untuk mempelajari ekor itu. "Kami melihat bulu masih ada pada ekor, dan kami melihat bagaimana mereka menempel, bentuknya dalam skala mikrometer, dan hal-hal seperti pigmen pola pada bulu," kata McKellar sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Ekor dinosaurus itu tersusun atas delapan tulang belakang, jaringan lunak, dan bulu indah yang awet dalam tiga dimensi. McKellar mengatakan ekor yang tersangkut di dalam resin itu bisa menjadi "akhir permainan bagi binatang tertentu. “Mereka tidak menjatuhkan ekor seperti kadal,” ujarnya.

Anatomi ekornya memungkinkan para ilmuwan mengesampingkan bahwa itu milik seekor burung. Sebab, ekor itu panjang dan fleksibel serta kekurangan pigostil—susunan tulang belakang yang mendukung bulu ekor pada burung.

Temuan tersebut juga memberikan secercah cahaya pada evolusi bulu. Bulu yang terjebak di dalam ambar lebih primitif dibandingkan dengan bulu burung. Ambar telah lama menjadi anugerah bagi para ahli paleontologi. Sejumlah makhluk ditemukan terkubur di dalam ambar, termasuk serangga, kadal, amfibi, mamalia, dan burung, demikian pula tumbuhan seperti bunga.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations