JAKARTA, Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul meyakini bahwa partainya tidak akan memecatnya. Keyakinan itu lantaran Ruhut merasa disayang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Anggota DPR, Ruhut Sitompul, keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, setelah diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pusat olahraga Hambalang dengan tersangka mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Rabu (12/3/14).

Hal itu disampaikan Ruhut menyikapi perbedaan pandangan dirinya dengan Demokrat dalam Pilkada DKI Jakarta.

Ruhut sejak awal menyatakan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Dajrot Saiful Hidayat.

Sementara Demokrat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

"Enggak (dipecat), aku buktinya belum dipanggil-panggil. Gimana mau dipanggil, orang Pak SBY sayang sama aku," ujar Ruhut di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/9/2016).

Ruhut mengklaim dirinya kader loyal di Demokrat. SBY selaku ketua umum, kata Ruhut, melihat hal itu.

"Dia kan tahu mana kader emas mana loyal. Saya kan kader emasnya Pak SBY. Dia sayang sama aku, dia tahu mana kader militannya," kata Ruhut.

Ia menambahkan, saat pemilihan presiden 2014, dirinya mendukung Joko Widodo (Jokowi). SBY, lanjut Ruhut, menghormati keputusan tersebut.

"Orang enggak apa-apa kok. Buktinya dulu aku dukung Pak Jokowi dia hormati. Sedikit pun tidak ada teguran, yang selama ini galak, sekarang sudah mulai lembut kan?" kata dia.

Karena itu, Ruhut yakin Demokrat tidak akan memecat dirinya.

"Enggak akan diproses," ujar anggota Komisi III DPR tersebut.

Selain Ruhut, anggota Dewan Pembina Demokrat Hayono Isman juga mendukung Ahok-Djarot dalam Pilkada.

Ketua DPP Demokrat Didik Mukriyanto menyatakan dalam waktu dekat partainya akan segera memanggil Ruhut dan Hayono.

Ia mengatakan, etika berpartai seharusnya dijunjung tinggi dalam situasi seperti ini. 

Perbedaan pendapat sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu ke internal partai agar bisa disikapi dengan bijak.

"Semestinya kader yang berseberangan dengan kami di Pilkada DKI sadar diri. Mereka bisa menduduki posisi penting di saat ini kan juga karena diberi kepercayaan sama partai. Marilah kembali ke jalan yang benar," kata Didik.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations