"Saya tidak memiliki informasi konkret perihal kerusakan jaringan milik Telekom (perusahaan telekomunikasi). Tapi katakanlah ini penyerangan siber, atau 'penyerangan hybrid' sebagaimana diketahui dalam doktrin Rusia yang saat ini merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan kita harus belajar mengatasinya," ujar Merkel seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (30/11).

Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maziere menyalahkan Rusia atas rusaknya jaringan telekomunkasi mereka.

"Sangat mungkin kita tidak tahu pasti cara membedakan antara aktivitas kriminal dari negara tertentu," ujar Maziere dalam sebuah jumpa pers saat ditanya apakah Rusia ada di balik kerusakan jaringan ini.

Ini bukan kali pertama Merkel dan pejabat Jerman lain menyalahkan Rusia atas kejahatan siber. Pada awal bulan ini, Merkel juga mengatakan hal serupa.

"Serangan internet adalah watak asli Rusia, yang kemudian menjadi kegiatan sehari-hari mereka. Bisa saja mereka meretas jaringan komunikasi kita menjelang kampanye pemilu mendatang," ujar Merkel kala itu.

Presiden Pelayanan Intelijen Luar Negeri Jermn Bruno Kahl menyebutkan hal senada yang diucapkan Merkel. Menurut dia, Rusia juga berada di belakang kecurangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat kemarin.

Dia mengklaim pihaknya memiliki bukti Rusia memanipulasi suara saat pilpres AS.

"Kami memiliki bukti bahwa serangan siber sudah mengambil berbagai tempat, terlebih lagi dalam politik," tukasnya.

Sudah beberapa hari ini pelayanan internet di Jerman tidak bisa berjalan normal. Pihak penyedia layanan Deutsche Telekom yakin ada gangguan yang dilakukan dari luar negaranya.

Pemimpin politik Jerman sangat tidak senang dengan hal tersebut dan menuduh Rusia diam-diam ingin menggangu jalannya pemilu Jerman tahun mendatang.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations