JAKARTA, Seiring perekonomian nasional yang masih tumbuh lambat, bisnis properti juga belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), di Jakarta, (27/6/2016).

Hingga saat ini, pengembang properti PT Intiland Development Tbk masih menunggu pemerintah membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

"Kita berharap saat belanja pemerintah dan setelah tax amnesty,ekonomi akan bergulir dan properti ikut bergulir," ujar Direktur Intiland Development, Archied Noto Pradono di South Quarter Intiland, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Seperti diketahui, tax amnesty atau pengampunan pajak akan segera berlaku paling lambat pada 1 Juli 2016.

Tax amnesty memungkinkan adanya penghapusan pajak terutang, sanksi administrasi perpajakan, dan sanksi pidana di bidang perpajakan.

Setelah tax amnesty dan pemerintah membelanjakan APBN, kata Archied setiap proyek, khususnya milik Intiland memiliki kesempatan untuk menggairahkan pasar.

Selain itu, menurut dia, relaksasi loan to value (LTV) untuk rumah inden juga bisa memengaruhi bisnis properti untuk tumbuh lebih maksimal.

"Jadi mestinya kita optimistis, tahun ini ada pertumbuhan di properti," tandas Archied.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations