Urine yang normal umumnya berwarna kuning pucat hingga kuning pekat dengan sedikit perubahan pada aroma, tekstur, dan warna, bergantung kepada makanan atau obat yang sedang dikonsumsi. Sementara air kencing berbusa sesekali bisa sekadar jadi pertanda penuhnya kantong kemih sehingga air kencing mengalir cepat dan berbuih ketika dikeluarkan.

Namun sebaiknya periksakan ke dokter jika Anda terus-menerus mengeluarkan air kencing berbusa. Kondisi ini dapat menjadi salah satu gejala proteinuria atau adanya protein pada urine. Tingginya kadar protein pada urine ini kemudian dapat menjadi salah satu indikasi adanya gangguan serius pada ginjal. Busa muncul karena protein pada urine bereaksi dengan udara.

Protein pada air kencing ini dapat disebabkan adanya penyakit pada glomerulus, sindrom Fanconi, peningkatan kuantitas protein pada serum, kelebihan konsumsi cairan, serta efek samping obat yang mengandung bevacizumab yang digunakan pada perawatan kanker.

Pada kondisi normal, ginjal menyaring produk buangan dan kelebihan air pada tubuh untuk kemudian dikeluarkan melalui urine. Namun akibat gangguan ginjal, proses penyaringan tidak berjalan dengan semestinya sehingga protein bocor dan memasuki urine. Kondisi yang disebut proteinuria ini menandakan penyakit ginjal kronis atau penyakit ginjal stadium akhir. Anda lebih berisiko mengalami penyakit ginjal terutama jika terdapat riwayat penyakit ginjal di dalam riwayat keluarga, mengidap tekanan darah tinggi, ataupun diabetes.

Pada kasus lain, air kencing berbusa juga dapat disebabkan ejakulasi retrograde, yaitu saat air mani pria tidak dikeluarkan melalui penis, tapi naik ke kantong kemih. Situasi ini dapat terpicu oleh penyakit diabetes, kerusakan saraf akibat cedera saraf tulang belakang ataupun multipel sklerosis, operasi prostat ataupun uretra, dan atau konsumsi obat-obatan untuk menangani tekanan darah tinggi ataupun pembesaran prostat.

Di samping itu, konsumsi obat-obatan tertentu, seperti phenazopyridine untuk menangani infeksi saluran kencing, juga dapat menyebabkan air kencing berbusa. Kadang kala, air kencing berbusa dapat disebabkan oleh kadar bilirubinuria atau bilirubin pada urine juga.

Diperlukan tes lebih lanjutan untuk mendeteksi penyebab pasti air kencing berbusa. Oleh karenanya, segera periksakan diri ke dokter terutama jika air kencing berbusa terjadi secara terus-menerus dan/atau disertai gejala-gejala lain seperti:

- Kehilangan nafsu makan.

- Kelelahan.

- Penumpukan cairan di tangan, kaki perut hingga wajah akibat gangguan ginjal.

- Sulit tidur.

- Mual dan muntah.

Perubahan pada warna dan volume urine, terutama jika urine berubah menjadi keruh atau lebih gelap.

Diagnosis penyebab air kencing berbusa kemudian akan ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar protein di dalam sampel urine. Jika urine albumin-to-creatinine ratio (UACR) Anda lebih dari 30 mg/g, maka terdapat kemungkinan bahwa Anda mengidap penyakit ginjal. Kondisi ini kemudian akan dikonfirmasi lagi dengan menjalani tes lain. Jika dicurigai ejakulasi retrograde adalah penyebab kencing berbusa, maka dokter akan memeriksa apakah terdapat sperma di urine.

Penanganan air kencing berbusa akan bergantung kepada penyebab yang melatarbelakangi. Jika disebabkan oleh penyakit ginjal, maka dokter akan memberikan perawatan untuk meringankan gejala penyakit. Seringnya diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan pemicu kerusakan ginjal. Oleh karena itu, dokter bisa menyarankan pasien untuk mulai berolahraga rutin dan mengonsumsi makanan sehat. Konsumsi obat yang menyebabkan air kencing berbusa juga sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter  untuk dicarikan alternatifnya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations