JAKARTA, Sampai saat ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengaku bahwa dia masih menganggap dirinya sebagai Wakil Gubernur. Adapun Gubernurnya adalah Presiden Joko Widodo.
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (20/9/2016). PDIP secara resmi mengusung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat untuk maju dalamPilkada DKI 2017 mendatang.

Ahok menyampaikan hal itu saat acara perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah lembaga sosial bidang pemberdayaan masyarakat di rumah susun sederhana sewa, di Balai Kota, Selasa (18/10/2016).

Pada kesempatan itu, Ahok meminta agar para anggota lembaga sosial bidang pemberdayaan masyarakat di Rusunawa tak mengkhawatirkan mandeknya program tersebut jika nantinya ia tak terpilih lagi sebagai gubernur. Ia menyatakan masih ada Jokowi yang mengawalnya hingga Oktober 2019.

"Gubernur DKI jabatannya baru berakhir di Oktober 2019, namanya Joko Widodo. Saya cuma wakilnya doang," kata Ahok disambut tepuk tangan peserta acara.

Sebelum terpilih menjadi presiden pada 2014, Jokowi sempat menjabat sebagai Gubernur DKI. Ia mulai menjabat setelah bersama Ahok memenangkan Pilkada DKI 2012. Masa jabatan mereka seharusnya baru akan berakhir pada Oktober 2017.

"Karena susah nyari Presiden di Republik ini, makanya ya sudah dipinjamin Gubernur DKI," ujar Ahok.

Dalam acara itu, Ahok menyatakan bahwa dirinya akan terus berkomitmen memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada warga penghuni rumah susun. Layanan itu mulai dari penyediaan bus gratis, dan pemberian Kartu Jakarta Pintar, layanan bus sekolah bagi anak warga penghuni.

Ahok menyatakan, program-programnya itu sudah dibangun dengan sistem yang memungkinkan tetap berjalan walaupun dirinya tidak lagi menjabat.

"Saya sudah menyiapkan peraturan termasuk sistem yang tidak ada saya pun, kemudian pengganti saya mengubahnya, rakyat Jakarta akan marah," kata Ahok.

sumber: Kompas.com

YOUR REACTION?

Facebook Conversations